Selasa, 20 Maret 2018 07:37 WIB
Laporan Reporter Kontan,
Galvan Yudistira
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -
Selain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), bank pemerintah lain yaitu PT Bank
Mandiri Tbk juga terkena kasus skimming.
Skimming merupakan tindakan
pencurian informasi kartu debit dan kredit dengan cara menyalin informasi yang
terdapat ada strip magnetik kartu secara ilegal.
Jawa Pos, Senin (19/3/2018)
melansir, di Surabaya puluhan nasabah ramai-ramai mendatangi kantor Bank
Mandiri KCP Surabaya Graha Pena, Senin (19/3/2018).
Mereka mengurus pemblokiran
rekening lantaran saldo mereka terkuras secara misterius.
Beberapa nasabah tersebut
mengaku kehilangan dana mulai dari Rp 178.000, Rp 700.000, Rp 2 juta, hingga
ada mencapai Rp 5 juta.
Bank Mandiri mengaku sudah
menyelesaikan masalah dengan cepat terkait dugaan skimming ini.
"Kami sudah ganti
uangnya," kata Rico Usthavia Frans, Direktur Digital Banking dan Teknologi
Bank Mandiri , Selasa (20/3/2018).
Rico mengatakan jumlah
korban dan kerugian dalam kasus skimming ini tidak banyak. Bank Mandiri mengaku
siap mengganti uang tiga orang nasabah yang menjadi korban dugaan skimming ini.
Sementara ini, Bank Mandiri
akan melakukan pemblokiran sementara di kartu ATM yang digunakan di mesin yang
terindikasi skimming. Hal ini untuk meminimalisir risiko hilangnya uang nasabah
dalam jumlah lebih besar.
Bank juga melakukan
pemeriksanaan di mesin ATM yang diduga dipasang alat skimming. Sementara, bank
akan mematikan operasional mesin-mesin ATM tersebut.

0 komentar:
Posting Komentar